Saturday, 8 November 2014

Studienkolleg, haruskah?

Banyak orang bilang kalau lulusan dari Indonesia harus ikut dulu yang namanya Studienkolleg selama dua semester kalau mau kuliah di Jerman, bener ga sih? Iya bener kok, cuma ga semua lulusan sekolah Indonesia harus ikut Studienkolleg. Hanya mereka yang belum pernah berkuliah minimal dua semester yang harus ikut Studienkolleg, mungkin karena sistem dan rentang waktu pendidikan antara Indonesia dan Jerman yang berbeda yang menjadi alasan diharuskannya untuk mengikuti Studkol. Di Jerman tingkat pendidikan setara SD sampai SMA diselesaikan dalam kurun waktu 13 tahun, sedangkan di Indonesia jenjang pendidikan tersebut hanya ditempuh selama 12 tahun. Mungkin untuk mengisi perbedaan satu tahun tersebut maka mereka yang belum pernah kuliah diharuskan untuk menggenapkan pendidikannya sesuai dengan di Jerman yaitu menjadi 13 tahun, sepertinya karena alasan inilah banyak yang bilang bahwa Studkol yaitu kelas penyetaraan. Untuk mengetahui apakah seseorang diharuskan mengikuti Studkol atau tidak, maka bisa di cek di Anabin.


Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum kalian mengikuti Studkol, yaitu:

  • Buktikan bahwa nilai kelulusan kalian memang layak dan diakui untuk melanjutkan sekolah di Jerman.  Umumnya jika kalian bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di negara asal kalian, maka teknisnya kalian juga bisa untuk melanjutkan studi di Jerman.
  • Buktikan juga apakah kalian bisa langsung melanjutkan studi ataukah harus mengikuti Studkol dahulu. Caranya ya itu tadi dengan mengeceknya di Anabin.Apabila ternyata sekolah kalian tidak terdaftar dalam Anabin, jangan dulu berkecil hati, mungkin saja daftar tersebut ga update karena sekolah kalian baru saja mengikuti akreditasi, maka yang harus kalian lakukan yaitu menghubungi kontak ini, bisa melalui telpon ataupun email.

Daftar lulusan SMA di Indonesia berdasarkan tahun menurut Anabin.


IPA (Naturwissenschaft)


IPS (Sozialwissenschaft)



Bahasa (Sprachwissenschaft)


  • Tanyakan pada instutut Studkol pilihan kalian, berkas-berkas apa saja yang kalian perlukan untuk mendaftarkan diri kalian untuk mengikuti Studkol. Ini penting karena kelengkapan dokumen yang diminta oleh setiap institusi biasanya berbeda. Jika dokumen yang kalian serahkan tidak lengkap, maka pendaftran tidak dapat diproses.
  • Cek apakah kalian bisa mendaftar langsung melalui situs institut pilihan kalian ataukah harus melalui uni-assist.
  • Ajukan permohonan visa dengan tujuan untuk persiapan studi di kedutaan Jerman yang ada di Indonesia. Persiapkan jauh-jauh hari karena kalian diharuskan membuat termin terlebih dahulu.
  • Persiapkan diri kalian untuk mengikuti tes seleksi masuk Studkol. Materi yang diujiankan berbeda setiap institutnya. Di sebagian universitas ada yang menjadikan bahasa jerman dan matematika sebagai materi dalam ujian penerimaan, ada juga yang hanya menguji kemampuan bahasa jerman saja, biasanya dalam bentuk tes tertulis pilihan ganda atau mengisi teks yang kosong (Niveau B1 dan B2). Informasi tersebut bisa kalian dapat di situs Studkol.
  • Mengikuti ujian masuk Studkol. Di beberapa negara ada juga yang menyediakan ujian Studkol dan Studkol itu sendiri tanpa harus datang ke Jerman. Di Indonesia juga ada dan bisa dilihat disini.

Jika kalian lulus dalam ujian masuk, maka kalian sudah siap untuk mengikuti Studkol selama satu sampai dua semester atau mungkin tiga dan jalan kalian untuk kuliah di Jerman sudah mulai terbuka. Jangan leha-leha dan menganggap enteng kalau sudah Studkol maka 100% bisa kuliah di Jerman, belum tentu karena diakhir Studkol kalian harus mengikuti satu ujian lagi yang namanya Feststellungsprüfung. Viel Erfolg...

Flixbus Erstattung bei Verspätungen - Bus telat, uang kembali

Buru-buru ngejar bus dan setelah sampai di halte bus, lega rasanya kalau tau bus belum datang. Cuma kalau tiba-tiba dapat SMS yang isinya bilang bahwa bus akan telat kurang lebih 180 menit, apa masih bisa tenang? Tiket udah dibeli, bus ga dateng, lah duit gw gimana? Mungkin kalau hal tersebut terjadi di Indonesia, pasti akan ada rasa waswas karena takut uang ga kembali, tapi disini ga ada yang kayak begitu. Kalau pihak bus sudah bilang akan diganti berarti ya diganti, kita cuma perlu isi formulirnya yang bisa di download disini.

Kita cuma perlu isi nama, alamat, nomer telpon dan email, informasi mengenai bus yang semula akan ditumpangi, serta nomor rekening dan kode banknya. Kalau formulir tersebut sudah di isi, maka dikirim via pos beserta dengan printou tiket dan juga kwitansi pembayaran ke alamat FlixBus khusus untuk service pelanggan:


FlixBus GmbH 
Kundenservice 
Sandstraße 3
80335 München


Besoknya pihak FlixBus akan menghubungi lewat email bahwa uang akan diproses, biasanya sih prosesnya biasanya memakan waktu kurang lebih dua sampai tiga minggu. Jika dalam tempo waktu dua sampai tiga minggu uang belum masuk ke rekening, pihak yang bersangkutan akan menghubungi customer melalui email atau pos. Jika lebih dari dua minggu uang belum masuk, biasanya terjadi kesalahan pada dokumen yang dikirim, umumnya karena kwitansi yang dikirim bukan yang asli melainkan kopiannya. Kopian dari kwitansi pembayaran yang asli meskipun terdapat stempel dan tandatangan instansi, tidak berlaku dalam proses refund baik itu untuk tiket maupun kwitansi pembayaran dari dokter. Jadi sebelum dikirim sebaiknya di cek ulang apakah dokumen yang akan dikirim tersebut original atau kopiannya. Jika dokumen yang dikirim ulang sudah sampai, maka akan diproses kembali selama 1 sampai dua minggu. Uang akan dikembalikan melalui nomor rekening yang tercantum sejumlah harga tiket yang dibeli. So, tenang aja, uang yang diterima ga akan kena potongan biaya administrasi, apalagi uang rokok :D

Bahn Streik - Demo, kereta susah dimana-mana

Derita anak kos yaitu menghemat uang sampai ke recehan dan sangat membuat emosi kalau buka lemari dan ga ada baju bersih karena semua belum dicuci karena niat mau irit duit. Sekali nyuci 2 €, dikali empat untuk nyuci baju putih, hitam dan warna serta pake mesin pengering karena malas harus jemur dan nyetrika, jadi total 8 €. Mending beli kebutuhan dapur seminggu kan daripada nyuci? Untuk mengakalinya maka tiap seminggu sekali gw pergi naek kereta ke provinsi tetangga, demi numpang nyuci dan makan makanan bergizi karena untuk pergi kesana gw ga perlu beli karcis kereta soalnya kartu mahasiswa gw bisa dipake untuk naek kereta sampai kesana. Apesnya buat gw, bulan ini perusahaan kereta jerman atau Deutsche Bahn udah demo sebanyak empat kali dalam sebulan, yang akibatnya kereta banyak yang ga beroperasi.


Jadwal kereta yang tidak beroperasi karena demo


Tanda merah diatas itu yang ada segitiga dan tanda serunya merupakan ciri kalau kereta tersebut ga beroperasi. HHhhhhhh, jadwal tersebut adalah jadwal gw besok buat ambil titipan dan titip lagi titipan buat orang rumah dan dia yang berulang tahun, padahal gw udah seneng eh ga taunya pas liat jadwal ternyata keretanya ga beroperasi :'(.


Informasi detail mengenai kereta yang tidak beroperasi



Cuma ga usah takut ga bisa pergi karena demo, karena pasti ada informasi yang diberikan dari pihak DB seperti kereta mana yang tidak beroperasi dan diganti menggunakan kereta yang mana. Infonya juga selalu update dan bisa di cek kapan pun kita mau di situsnya.


Jadwal kereta pengganti

Kalau beberapa tahun lalu mungkin jika ada demo akan berdampak besar ke masyarakat karena sistem transportasi saat itu benar-benar lumpuh, karena beberapa tahun kebelakang sistem transportasi dimonopoli oleh DB. Untungnya sekarang bermunculan armada transportasi lain yang bisa digunakan seperti contohnya meinfernbus, flixbus, deinbus, atau blablacar juga mitfahrgelegenheit dan harganya juga ga kalah bersaing bahkan banyak yang lebih murah.

Rajin-rajin update info ya teman kalau mau bepergian pas lagi banyak demo kayak gini. Safe drive...


DSH (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang)

Wow, ternyata gw punya blog dan ternyata masih hidup sampai saat ini - kirain bakal mati kayak rekening yang tiga bulan ga dikasih makan. Hampir dua tahun ternyata dari kali terakhir gw nulis blog ini, banyak susah yang diumpetin, banyak senang yang sayangnya ga bisa dipamerin, kegagalan yang malu-maluin, kesuksesan yang bikin gw jadi disebelin, tawa yang bikin gw dikira gila dan lain sebagainya.

Iseng-iseng mulai nulis lagi setelah kemaren-kemaren terlibat dengan yang namanya DSH (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang) yang emang bener-bener duuhhhh susah dan hese. Sesusah itukah? Iya. Iya susah kalau kalian ga belajar dan nulisnya lama kayak gw dan begonya ga tahu itu jam berapa, efek kebiasaan liat jam di HP jadi sekalinya HP dimatiin gagal deh ujiannya -_-".

Sebenernya kalian tahu ga sih apa itu DSH? Dari namanya mungkin bisa ditebak bahwa si DSH ini ujian bahasa Jerman untuk perguruan tinggi, gitu lah kira-kira terjemahan asalnya. Kalau ga ada si DSH ini, maka kalian ga bisa kuliah di Jerman. Doch, sebenernya bisa juga pake ujian bahasa lainnya cuma untuk kali ini kita stay aja di DSH based on judul. Ok lanjut..

DSH ini diselenggarakannya oleh beberapa Universitas dan Fachhochschule (sejenis sekolah tinggi keahlian) di Jerman yang biasanya diselenggarakan sekitar dua sampai lima kali dalam satu tahun. Level kesulitan bahasanya mulai dari B1 sampai dengan C1 dan yang paling banyak muncul yaitu 25% B2 dan sisanya C1. Materi yang diujiankan terdiri dari dua bagian yaitu ujian tulis dan ujian lisan, dimana ujian tulis memuat empat kompetensi yaitu Verstehen und Verarbeiten eines Hörtextes (Hörverstehen), Leseverstehen und wissenschaftssprachliche Stukturen, dan Vorgabenorientierte Textproduktion. 

Kita punya waktu sekitar 80 - 90 menit untuk mengerjakan Verstehen und Verarbeiten eines Hörtextes (Hörverstehen). Teksnya panjangnya kebangetan dan cuma dikasih dengar dua kali aja, dua kali, coba bayangin. Setelah denger satu kali, lalu dibagikan itu lembar isian atau soal atau kalau udah duluan dibagikan berarti saat itulah teks boleh dibalik. Baca soal-soalnya dan bikin poin-poin penambah di kertas coret-coretan kalian supaya nanti disaat poin tersebut dibacakan, kalian bisa dengan mudah menulis isinya walau dikenyataan sebenernya tetep aja susah. Setelah teks dua kali dibaca, maka waktu untuk mengerjakan soal-soal tersebut dimulai, sekitar 50 menit. Jadi 10 menit untuk teks pertama, 10 menit berikutnya untuk teks kedua dan 50 menit untuk mengerjakan soal.

Kalau 90 menit pertama sudah selesai maka pengawas dengan buasnya akan mengambil lembar jawaban kalian, jangan berharap dikasih belas kasihan yang ada kertasnya sobek karena situ rebutan kertas sama pengawas. Masuk bagian ujian kedua yaitu Leseverstehen und wissenschaftssprachliche Stukturen, yang isinya teks yang sangat panjang dan harus di isi soalnya yang biasanya terdiri dari pilihan ganda dan uraian atau sialnya uraian semua. Uraian tersebut isinya jangan sama persis plek kayak yang ada di teks, harus di ubah-ubah gitu kalau ga kalian ga akan dapat nilai. Jumlah soalnya biasanya lima sampai sepuluh soal untuk teks dan begitu pula untuk wissenschaftssprachliche Stukturen, jadi totalnya 20 dan kalian punya waktu untuk mengerjakan soal tersebut selama 90 menit. Pengalaman yang udah kemaren, biasanya 60 menit untuk ngerjain teks dan sisanya untuk wissenschaftssprachliche Stukturen.

Kompetensi terakhir yang diujiankan yaitu Vorgabenorientierte Textproduktion, dimana kalian harus menulis teks dari diagram, grafik, tabel atau gambar yang ada. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan bagian ini yaitu 60 menit dan biasanya teks yang ditulis kurang lebih harus terdiri atas 200 kata. Caranya bisa tahu itu 200 apa belum? Dihitung!!! Poin soalnya sih biasanya cuma tiga, yaitu: nulis judul dan sumber dari berita tersebut, apa yang menarik perhatian kalian disitu dan bagaimana kondisi tema tersebut dinegara asal kalian serta apa pendapat kalian dan bagaimana solusinya.

Dari ujian sampai pengumuman kelulusan biasanya berjarak satu atau dua hari mungkin juga tiga. Kalau kalian lulus maka kalian akan diundang untuk mengikuti die mündliche Prüfung atau tes lisan yang untungnya cuma 15 atau 20 menit sodara-sodara. Temanya sama seperti dalam Vorgabenorientierte Textproduktion cuma bedanya ini ga ditulis dan ga harus terdiri atas 200 kata. Yang kalian hadapi bukan lagi kertas dan pena melainkan manusia hidup, iya betul manusia dan dia hidup, karena di ujian tertentu yang kalian hadapi itu komputer yang bersuara. Cuma ga semua orang harus ikut ujian lisan, ada beberapa aspek yang membebaskan seseorang dari ujian lisan, yang pertama dia ga lulus dan yang kedua mungkin nilainya sangat bagus atau bisa juga karena dia ikut kursus disana dan pengujinya sudah tahu kemampuan lisan orang tersebut. Hanya penguji yang tahu.

Terus kalau DSH udah beres, apa bisa langsung diterima di universitas? Belum tentu karena nilai DSH kalian harus sesuai dengan ketentuan yakni DSH 2. Ada empat nilai sebenernya di DSH:
1. Ga lulus
2. DSH 1: kalau jumlah akumulasi dari ujian tulis dan lisan ga lebih dari 57% (Niveau B2 des GERR1)
3. DSH 2: ini udah bisa masuk universitas dan nilai DSH 2 ini didapat jika nilai ujian tulis dan lisan sekitar 67% (Niveau C1 des GERR)
4. DSH 3: yang ini keren banget, karena nilai akumulasinya 82% (Niveau C2 des GERR) 

Nah, mumpung masih ada waktu jadi belajar dari sekarang, latihan dengerin artikel sambil nulis poin pentingnya, baca koran lalu coba ambil kesimpulannya dan diskusi mengenai tema tersebut bisa lisan atau tulis, dan latihan gramatik karena gramatik yang keluar di DSH itu ga lebih dari 15 macem, kurang malah :D

Kalau mau cari info mengenai jadwal DSH bisa dibuka disini.

Na dann, viel Erfolg...





1GERR = Gemeinsamer europäischer Referenzrahmen.


Monday, 24 December 2012

Jerman: Makan pagi, siang dan malam

Dulu waktu masih di Indonesia, mau makan nasi kapan aja itu bisa, terserah mau makan jam berapa, tapi disini oh Gott, makan nasi pagi-pagi itu aneh banget :'(

Pernah satu waktu aku cuma berdua sama anak yang aku urus karena dia sakit, Enzundung katanya alias radang jadi kudu diem di rumah kan tuh bocah. Paginya aku tanya 'kamu mau makan apa? ini ada Corn Flakes, Oatmeal sama Müsli, atau kamu mau Pommes?' aku tawarin gitu karena itu anak suka banget sama yang namanya Pommes 'French Fries', tapi tau apa jawabannya? 'Hallooooo, kamu gila apa pagi-pagi udah makan Pommes?' hwaa aku pan kagak tau, aku bilang aja di Indonesia ga ada tuh aturan pagi makan apa, siang apa dan malem apa. 

Minggu-minggu kemaren aku penasaran dan tanya ke babeh biasanya orang Jerman sarapan, makan siang sama malem itu makan apaan, dan dia jawab gini: 

'Biasanya pagi-pagi itu makan makanan dingin kaya Cereal, Müsli, Oatmeal atau Brötchen sama Wurst atau Schinken*. Kalo siang biasanya salad atau kue-kue atau makanan anget juga bisa tapi ga begitu berat kaya nasi atau steak sih biasanya tapi sebagian orang ada yang makan makanan berat pas siang dan makan salad pas malem. Buat makan malem biasanya sih aku senengnya makan makanan anget kaya nasi, kentang, sup tapi ada juga ko yang malem makan roti sama Butter sama Wurst'.

Ach so, jadi kalo malem sih terserah makan apa tapi pagi-pagi itu pasti makan makanan yang dingin kaya roti. Oia, roti disini aneh, kita sebutnya BrÖtchen, keras rotinya terus makannya itu biasanya di belah pake pisau terus di oleh Butter yang banyak terus isinya boleh deh gimana kita maunya apa, tapi ga kaya di Indonesia yang makan roti plus susu, coklat dan selai sekaligus. Disini kalo mau pake Nutella ya cuma Nutella, kalo mau pake selai ya selai, kalo mau pake Wurst ya Wurst, ntar kalo isinya udah abis baru bisa ngambil lagi dan boleh beda. Oia, roti ini keras banget, buat orang Indonesia tidak disarankan makan ini tiap hari karena akan menimbulkan efek samping mengejan yang super dikala ingin menunaikan tugas suci. Neraka pokoknya rasanya :'(



Sarapan ala Jerman dengan Butter, aneka Keju, Salami, Schinken, Telur Rebus daannn Brötchen


Menu sarapan: pisang, berries, gula



Menu Makan Siang: Pommes mit Ketchup (bisa diganti Mayo)


Menu Makan Malam: Pizza (satu pan buat sendiri :D)


Menu Makan Malam: Bebek Panggang mit Rotkohl


Menu Makan Malam: Kartoffelnknödeln


Menu Makan Malam: Nasi, Champignon, Chicken Fillet


 Menu Makan Malam: Pasta Time ^^



Menu Makan Malam: Salatteller, Keju, Turkey Fillet


Kadang orang Jerman suka udah laper pas sore-sore tapi belum waktunya buat makan malem. Biasanya kalo gitu, mereka suka makan Torte (kue tart) sama teh atau kopi. Ah ya, dan yang namanya hidangan pencuci mulut atau Nachtisch di Jerman itu penting. Waktu aku bilang di Indonesia ga ada Nachtisch, mereka bilang 'Oh tidaaakkkkk, itu mengerikan' hahhaa







Nachtisch :)


Selain makan dan hidangan pencuci mulut, pasti ada minumannya juga dong. Disini orang Jerman kalo dia minum air putih, dia minumnya itu air mineral yang ada Sprudelnya, kaya Natrium Karbonat gitu. Kalo di Indonesia mungkin mirip soda kali ya tapi disini ada tiga pilihan air mineral: Sprudel, Medium (ga begitu banyak soda) dan Still (tanpa soda). Di beberapa daerah, bahkan air dari keran bisa diminum tapi sebenernya ga begitu bagus sih kalo diminum langsung dari keran soalnya air di Jerman ini kadar kapurnya tinggi, jadi ya bahaya kalo ga pake filter, bisa-bisa nanti kapurnya ngendap di tubuh :'(


Oia, selain minum Bir, orang Jerman ini seneng banget minum teh sama minum kopi. Satu hari mereka bisa minum kopi sampai enam cangkir :( Tapi mereka minum kopi bukan karena ngantuk atau apa, tapi karena mereka suka, hahaha


Oke deh, cukup segini aja dulu info makan nya, nanti topik selanjutnya itu etika dan kebiasaan kalo makan di restoran ;)

Thursday, 27 September 2012

Indonesia vs Jerman: Angkutan Umum

Seminggu di Jerman aku langsung ngelayap, woow what a surprise pemirsah, modal nekad dan tekad nih demi jalan-jalan. Padahal waktu masih di Bandung aja aku sering banget nyasar, hahahaha..

Tujuan aku dan teman-teman yaitu Oktoberfest di München, tapi karena kita tersebar disana dan aku disini jadi meeting pointnya itu di Frankfurt am Main, udah ngebayangin aja nih duit bakal amblas, tapi eiiits tenang, ga nyampe boloooong banget ko. Aku berangkat sore hari Jumat tanggal 21 dari Schweich ke Trier (Rheindland-Pfalz) pake bis. Nah cara bayarnya udah beda aja nih, aku masuk ke bis, terus bilang sama drivernya mau kemana, tujuan aku waktu itu Trier Hauptbahnhof. Terus aku di tanya umur, karena tiket disana ada tiket anak, dewasa sama lanjut usia. Terus dikasih deh tiket, namanya Einzelticket kalo ga salah, harganya 3.40 €. Bis ini ada nomornya, yang aku naekin ini 212, ga datang tiap jam, jadi sebelum kemana-kemana kita harus tau bis nomor berapa, lewat jam berapa dan ke halte yang mana kalo ga tau, ntar ga akan nyampe ke tujuan karena kemaren aku juga gitu ahahaha jadinya malah jalan-jalan muter-muter Trier.

Oke, lanjut.. Di Jerman orang-orang banyaknya pake bis, kereta (S-Bahn, U-Bahn, ICE, RE). Jarang pake mobil pribadi kalo ga kaya-kaya amat atau ga penting-penting amat. Soalnya kemaren waktu ke stasiun, banyak mobil sama sepeda yang di parkir dan yang punyanya pergi naek kereta. Oia, disini jarang sepeda motor. Sepeda motor ada tapi cuma beberapa. Kalo mau pake mobil tapi tujuan jauh, biasanya orang Jerman suka nyediain jasa Mitfahr alias nebeng. Harganya jauh lebih murah, dari Trier sampai FFM kalo pake kereta bisa sampe 38 € atau lebih, waktu naik Mitfahr kemarin aku bayar 10 € sampai FFM Hbf, lebih murah kan?

Tiket kereta juga macem-macem, ada yang harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Ada juga tiket anak sekolah, pegawai dan lain-lain. Kalo beli tiket kereta, bisa lewat Automat, kasir atau booking dari internet. Harga tiket yang dibeli di kasir lebih mahal 2-5 €. Nah dari FFM ke München, kami bersepuluh pake SW (Schönes Wochenende) tiket. SW ini berlakunya cuma pas weekend aja, mulai dari Sabtu jam 00.00 sampai Minggu jam 23.59. Istimewanya yaitu harganya flat 40 € dan bisa dipake ke seluruh Jerman, ke Bundesland manapun. Tapi.. keretanya ga bisa pake ICE (Inter City Express) paling juga pake RE (Regional Express) dan bagusnya lagi, 1 tiket bisa dipake buat grup maksimal lima orang, jadi satu orangnya bayar 8 €, hemat ya hehehe..Oia, tiket SW ini berlakunya 24jam, kalo beli sabtu tengah malem berarti buat minggu harus beli lagi.



Nah ini nih yang namanya SW Ticket


Tiket harian juga gitu, berlakunya 1 hari, bisa dipake buat bis atau kereta. 



Tiket Harian (Tagesticket)


Kalo di stasiun utama, peronnya tuh banyak banget, disebutnya Gleis. Biar ga bingung nanti keretanya berangkat dari Gleis berapa dan nyampe di Gleis berapa, tinggal liat di Automat, disitu ada Fahrplan (rute perjalanan). Kalo jaraknya jauh, biasanya suka pindah kereta, nah di Fahrplan ini ada dicantumin kereta berenti dimana, di Gleis berapa dan jam berapa. Tapi hati-hati loh, harus tetep merhatiin papan petunjuk waktu di stasiun karena kadang kereta yang datang Gleis-nya suka diganti.


Reiseplan/Fahrplan

Tuesday, 18 September 2012

Deutschland, Germany, Allemagne??!! Here I come..

Ga nyangka yang tadinya cuma obrolan bareng si qq, basa basi busuk di kamar kosan yang sempit, berantakan (gara2 si Pipin, ahaha..) tapi nyaman (ga tau lagi harus kemana soalnya :p) eh akhirnya terjadi juga. Tanggal 15 September 2012 jam 18.45 WIB (Waktu iraha bae), akhirnya aku terbang ke Frankfurt bareng qq. Sebenernya sih dia di München, tapi karena tiketnya mahal dan ga ada seat available buat tanggal 15, akhirnya dia ambil pesawat ke  Frankfurt. Emang jodoh sama si qq kali ya, ahahaa.. Mulai apply visa bareng, padahal dia jam 10 dan aku jam 1 tapi yah dasar jodoh, pasti ketemu ahahaha..

Oke, STOP TALKING ABOUT QQ!! Kita berdua berangkat ke Jerman dalam rangka Aupair-Mädchen, itu tuh yang kaya Nanny gitu tapi disini Aupair tuh harus belajar bahasa, dan ga diperlakukan semena-mena kaya bibi sama mamang kebon di Indonesia, walau ada juga sih yang kurang beruntung dan dapet keluarga yang yaaahhh ga banget lah.

Kita berdua terbang pake Etihad, lumayan nyaman, tapi dari Indonesia ke Abu Dhabi (transit) makanannya ga enak. Sampe Abu Dhabi jam 12 malem waktu setempat dan hampir subuh waktu Indonesah. Terus lanjut terbang lagi jam 2.15 atau setelah subuh di Indonesah dan nyampe Frankfurt jam 7 pagi. Nah kalo rute ini makanannya enak, walaupun roti2an, buah kaya semangka, melon, nanas sama jeruk, keju, creame, muffin sama jus, dasar mental gratis ya jadi makanan yang ga kemakan dibawa pulang deh sama kita, ahahaha...

Nah ketololan pertama dimulai, pokoknya jangan pernah punya yang namanya malu, tanya aja mau salah atau bener. Di tiket kan ditulis tuh terminal 2 bandara Frankfurt, karena aku malu tanya jadi ya bisanya ngikutin orang lain deh buat bawa bagasinya ahahaa.. Pas nyampe, loh ko terminal 1??? jeng jeng, panik deh gue.. Mau ke atas lagi cape (baca: males), akhirnya aku pasang kuping deh siapa tau ada orang Endonesah ahahaha.. dan ternyata emang bener disitu antrinya, dan antriannya paaannnnjjaaaanng banget.

... ... ... akhirnya ketemu juga sama temen, namanya Wahyu. Kita emang janjian pengen ketemu, udah lama soalnya dan sekalian tumbalin Wahyu buat ngehubungin keluarga kita, hehehe.. itu sih alasan sebenernya. Dan setelah waktu berlalu dengan teu karasa, akhirnya sampe juga tuh Gastvater Qq dateng, tambah degdegan aja deh aku, nanti Gastvater aku gimana ya orangnya? sering sih komunikasi lewat FB, dari kesan yang di tangkep selama chat sih orangnya baik, seneng ngobrol, tapi teuing kan aslinya, mana ga ada Gastmutter, soalnya aku Aupair di keluarga single parent gitu.

Oia terjadi kehebohan pas aku mau ketemu si Gastvater ini, di FB kita udah nentuin meeting pointnya di lv. 2 di Area E, tapi paitnya teh aku lupa dimana harus janjiannya :(
Karena tergoda buat jalan-jalan, kita berempat (Lucky sama Fadhil, mahasiswa ITB yang kenalan waktu lagi antri) langsung meluncur ke terminal 1, dan ternyata jam setengah10 si Babeh nelpon, dia bilang 10 menit lagi nyampe di teminal 2, dan ga bisa kalo harus d terminal 1 soalnya susah parkir.. Duh takut marah nih, udah deg2an aja tapi Wahyu bilang ga marah dan kayanya orangnya baik.. Langsung deh kita ke terminal 2 dan setelah disana tetep ga ketemu, setelah nelpon lagi akhirnya ketemu juga. Orangnya beneran baik (pengalaman telah 3 hari ketemu dan semoga smpe hari ke 357 masih tetep baik).

Di jalan si Babeh ngajakin ngobrol terus, tapi make bahasa Jerman, benar2 beda dengan yang anda pelajari di Themen Neu atau Studio D. Aku cuma manggut2, senyum sambil liat pemandangan hutan di kanan kiri jalan, terus bilang ja ja ja, ahahahhaa parah pisan. Oia, sebelum ke rumah, aku di ajak dulu ngemil ke McD, mau disini mau di Endonesah, McD tetep oke :D Aku mesen donat sama teh, rasa tehnya aneh, tapi enak :D Terus dari McD kita jalan2 lagi ke Erbe... lupa apa belakangnya, kaya hutan kecil gitu, banyak orang piknik, jalan2 dan lain-lain. Terus ke Mehringer-Höhe pulangnya, liat view nya bagus banget, langitnya selalu biru dan elalu putih semu abu kalo pagi sampe siang karena kabut. Terus abis itu jemput Marlene ke rumah temennya, anaknya lucu, jadi inget ke si teh Icha, keponakan di rumah T-T 


Sampe rumah, aku solat, terus ke restoran asia buat makan wontan soup, terus sesepedahan pake sepedah mini ahahhahaa karena di rumah ga ada sepedah buat aku. Terus udahnya ke spielplatz deh. Ini anak baik banget, dia mau baca buku dan pengen aku di situ buat dengerin :D

Teruuuuuuuuss setelah baca buku? tidur, hehhehee.. hari pertama aku lolos ga sempet mandi ahahhaa

Kerja Sambilan di Jerman (Part II): Kerja (Sebagian Gelap) di Sembilan Tempat yang Berbeda

Bulan-bulan pertama setelah aku keluar dari rumah Gastfamilie  merupakan bulan-bulan yang sulit banget buat aku. Gak hanya dari segi keuanga...