Kemarin salah seorang temen tanya gw satu pertanyaan yang cukup menggelitik sebenernya yaitu mengenai keramahan Perancis terhadap muslim terutama yang pake hijab dan dia tanya apa bener kalau di Perancis ga boleh pake hijab. Well, sebenernya gw ga tinggal disana tapi sedikitnya gw tahu apa yang terjadi.
Sepertinya kekhawatiran teman-teman perempuan yang berjilbab awalnya bisa jadi karena artikel ini. Sebagian yang membaca mungkin punya pikiran betapa beruntungnya perempuan tersebut punya suami kaya yang bisa membayar denda sehingga perempuan tersebut bisa bertahan dengan aqidahnya, tapi ga sedikit juga yang mungkin punya pikiran apakah sebaiknya dilepas saja kerudung atau hijab atau penutup kepala yang sekarang dikenakan jika akan datang ke negara di Eropa khususnya Prancis daripada bayar denda ya mending copot aja kerudungnya, gitu ga sih? Well, itu terserah kalian, you have your own choise and you're not a girl anymore.
Cuma satu yang harus gw garis bawahi disini, perempuan tersebut di denda karena mengenakan burga atau burka atau juga burqa, whatever. Burqa beda dengan kerudung atau bahkan penutup kepala, mungkin sebagian orang menyebutnya bukan burqa tapi niqab yang merupakan kain yang menutupi wajah yang biasa digunakan oleh beberapa wanita muslim, di Indonesia penutup tersebut dinamakan cadar.
Cadar tersebut yang di Prancis dan dibeberapa negara di Eropa disebut burqa dilarang keras di Perancis karena pemerintah Prancis menyebutnya sebagai salah bentuk ketidaksamarataan antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan wanita Prancis yang mengenakan burqa juga mempunyai pendapat sendiri mengenai peraturan pemerintah yang mulai diterapkan pada tahun 2011 ini, yaitu pengekangan kebebasan beragama juga kebebasan berpendapat dan berekspresi serta tidak menghargai privacy dari perempuan tersebut. Sampai saat ini kurang lebih sudah 2000 perempuan muslim Prancis yang dikenakan denda yang besarnya mulai dari kisaran 150 € dengan alasan karena mengenakan burqa.
Sebenarnya menurut pandangan Islam sendiri apakah burqa diperbolehkan, dianjurkan atau bahkan dilarang? Semua umat Islam tentu jika melakukan sesuatu dianjurkan untuk merujuk kepada Al-Qur'an dan Hadist dan aturan tersebut dimuat dalam Al-Qur'an pada surat An-Nur ayat 31 yang isinya “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya”. Yang biasa nampak menurut pandangan para sahabat seperti Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan juga Aisyah ialah muka dan kedua tapak tangan.
Pada riwayat lain juga disebutkan yakni menurut sabda Rasulullah kepada Asma’ binti Abu Bakar, “Wahai Asma’
sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak
boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya
menunjukkan wajah dan telapak tangannya” [HR Abu Dawud]
Jika berdasarkan pada dua hal tersebut di atas maka dalam Islam tidak ada aturan untuk mengenakan burqa. Gw sendiri dulu pas jaman masih ngampus pernah denger bahwa burqa tersebut merupakan bawaan dari jaman peradaban jahiliyyah, bener atau enggaknya only heaven knows karena gw belum pernah hidup di masa itu. Konon katanya, semakin tebal burqa yang dipakai maka semakin rendah derajat seorang wanita (budak) dan semakin tipis burqanya - biasanya yang benangnya terbuat dari emas atau sutra - maka semakin tinggi derajat seorang wanita. No offense.
Ok, stop dari membahas agama karena gw bukan pakarnya jadi balik lagi ke Prancis. Gw udah beberapa kali kesana dan semuanya gw kesana pake kerudung, apakah gw disergap polisi? Tidak. Apakah gw dikenakan denda karena berkerudung? Juga tidak karena gw juga cuma bawa duit 20 € doang hahaha. Temen gw juga cerita kalau dia belum pernah disergap polisi atau didenda karena berkerudung di Paris, Prancis. Dia jalan-jalan biasa sama kayak orang lainnya dan juga minta tolong dipotoin sama orang yang lewat karena dia ga punya tongsis. Disini dia ngerasa sedikit ada yang aneh, ada beberapa orang Prancis yang dia samperin untuk dimintain tolong ngibasin tangan di depan temen gw seolah temen gw ini lalat, sebagian ada juga yg cukup sopan dengan ga menghiraukan temen gw dan lebih memilih berjalan 'menembus' nya, temen gw mikir ini orang kenapa sampai akhirnya dia menemukan jawabannya di beberapa tempat disana, yaitu pengemis di Prancis sebagian besar berkerudung. Orang-orang itu nyangka temen gw pengemis ternyata -_-
So, yang mau ke Eropa dan berkerudung, pede aja. Yang mau pakai burqa juga silakan cuma efek samping mari kita tanggung masing-masing. Mau dilepas kerudungnya karena ga mau jadi orang minoritas juga silakan karena for your record di Eropa banyak yang berkerudung jadi kurang tepat kalau lo bilang ga mau jadi minoritas. Selama ini gw pakai kerudung ga pernah ada masalah, dapat perlakuan ga adil karena berkerudung sih pernah cuma ya selama tidak membahayakan kenapa harus dilepas :D
Lagian mau di Eropa atau di Indonesia juga banyak orang yang ngebeda-bedain perlakuan sama yang berkerudung. Sabar aja, brace your self, we live in the world where some woman are being paid to be naked, whilst other get fined for being covered.
Wednesday, 12 November 2014
Sunday, 9 November 2014
Aturan Baru untuk Sprachstudent Visum
Tanggal 12 September 2014 kemaren hampir genap 2 tahun gw tinggal di Jerman. Berarti saatnya untuk mengajukan Aufenthaltserlaubnis yang baru (visa) dan dalam hati gw berdoa semoga kali ini gw mendapat perlakuan yang lebih baik, aamiin. Saat itu hari Jumat menjelang siang dan gw harus buru-buru karena gw saat itu kerja jam 13.00. Harus datang on time hari itu, karena boss gw kerjaannya nyureng melulu soalnya hampir tiap hari gw datang telat :D Harap jangan ditiru.
Gw langsung menuju kamar nomer lima karena disitulah semua visa pelajar asing diurus, sayangnya hari itu si petugas, Frau Warscheid namanya, lagi cuti liburan dan dialihkan gw ke kamar nomer satu, Frau Morschet. Gw ketuk pintunya dan gak lama kemudian gw dipersilahkan masuk lalu duduk. Gw ditanya apa keperluan gw dan gw bilang bahwa gw mau memperpanjang izin tinggal gw. Berikut percakapannya kurang lebih:
Gw (G), Frau Morschet (FM)
G : Gw mau memperpanjang izin tinggal gw.
FM: Anda bawa dokumennya)
G: (langsung nyodorin passpor sama surat keterangan dari tempat les. Surat keterangan dari kampus sengaja ga gw kasih)
FM: (ngetik sesuatu di komputernya lalu beliau mencicit - kurang lebih begitu karena suaranya pelan dan kecil tapi tinggi persis seperti burung pipit) anda pindahan dari Trier Kreis ya jadi saya belum bisa proses dulu data anda karena saya harus tunggu dulu dokumennya dikirim dari sana, tapi saya bisa isi dulu formulirnya untuk anda. (Seketika gw lemes waktu FM nyebut kalimat "Trier Kreis" karena gw punya pengalaman buruk disana) Anda sekarang les ya di Uni Trier, lalu apa Anda punya asuransi kesehatan?
G: (Nyodorin surat keterangan dari asuransi sekaligus surat jaminan dari keluarga waktu gw Aupair dulu)
FM: Ok, makasih, tapi saya masih butuh bukti finansial anda dari mana datangnya.
G: Gw dapet jaminan dari keluarga jerman dan itu keterangannya ada di tangan anda.
FM: oh super, mereka transfer uangnya atau gimana?
G: Ga, mereka kasih gw langsung tiap bulan (ini bohong banget karena gw nyari duit itu sendiri, keluarga Aupair gw kasih jaminan sehingga gw ga ditagih duit 8000 EURO!!! Itu duit semua men, ga mix sama daun)
FM: Ok, ini formulir data diri tolong di isi ya dan datang lagi minggu depan hari jumat, mudah-mudahan dokumennya sudah datang.
G: (Ngeloyor pergi sambil bilang makasih)
Jumat, 19 September 2014
Gw langsung datang ke kamar 1 dan ternyata FM ga ada sodara-sodara. Di pintunya ditulis bahwa tamu yang datang bisa masuk ke kamar 10 atau 11 dan gw memutuskan untuk masuk ke kamar nomer 11. Ada bapak-bapak disitu yang gw lupa siapa namanya tapi kita sebut aja Herr Keine Ahnung (HKA).
G: Hallo, minggu kemaren jumat gw datang ke kamar 1 buat perpanjangan visa tapi beliau sekarang ga ada lagi liburan. Gw disuruh datang lagi kesini karena dokumen dari Trier Kreis belum datang, sekalian ngasih ini formulir.
HKA: Bentar saya cek dulu. Oh iya belum datang, jadi datang lagi aja minggu depan ya.
G: Hari jumat lagi? Tapi minggu depan visa nya tinggal seminggu lagi, gapapa tuh?
HKA: Gapapa kok yang penting diperpanjang sebelum tanggal 30 September dan minggu depan bebas kamu bisa datang kapan aja kamu mau.
G: Ok, makasih, bye.
Rabu, 24 September 2014
Gw putusin datang hari rabu dan karena HKA lagi ada tamu jadi gw putusin masuk ke kamar 10, Frau Jungling (FJ).
G: (ngulang cerita dari awal lalu nyerahin formulir dan ga lama FJ keluar ruangan lalu balik bawa map dokumen gw)
FJ: Jadi anda mau les lagi ya? Bisa saya liat KTP anda dan paspor? (lalu gw serahin dan FJ lanjut ngomong) Anda tau kan kalau visa Sprachstudent hanya 18 bulan?
G: (pucat pasi karena gw tinggal punya waktu 6 bulan lagi) Iya.
FJ: Ok, kalau gitu saya kasih anda satu tahun ya, karena di Aufenthaltstitel (KTP) anda ini baru 6 bulan. Sampai September 2015 anda punya waktu untuk lulus DSH tapi jangan tunggu sampai waktunya habis ya :)
Alhamdulilah, ternyata Allah SWT itu emang ga tidur, Dia selalu tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya :D Setelah 1 tahun dapat perlakuan aneh dari Ausländerbehörde (selalu dapat visa cuma 6 bulan dan ini mahal banget) akhirnya kebayar juga hehehe. Terimakasih Yaa Allah dan juga Frau Wiersch, karena dia itu yang iseng selalu ngasih gw visa yang cuma 6 bulan dan itu mahal, padahal temen-temen yang lain dikasihnya 1 tahun bahkan ada juga yang lebih .
Ga kebayang kalau gw cuma dikasih visa 6 bulan, es wird aber zu knapp, ya gawe, ya les, ya persiapan ujian, aaarrrggghhhh. Soalnya yang gw tahu, kesempatan untuk jadi Sprachstudent (termasuk les bahasa jerman, les persiapan Studkol dan juga Studkolnya sendiri) itu 2 tahun lamanya, boleh kurang tapi ga bisa lebih. Kalau dalam 2 tahun belum juga lulus DSH, Test Daf, Studkol atau bahkan belum dapet tempat Studkol sama sekali, itu pertanda bahwa kalian mungkin akan pulang habis. Waktu jaman 2 tahun aja banyak yang pulang habis, apalagi sekarang yang cuma 18 bulan, bener-bener harus pintar bagi waktunya, karena serius ya, disini itu asik, waktu kadang kerasa banget lamanya cuma seringnya ya ga kerasa tiba-tiba aja udah harus pulang habis T-T itu temen gw yang bilang karena unfortunately dia harus pulang habis.
Gw langsung menuju kamar nomer lima karena disitulah semua visa pelajar asing diurus, sayangnya hari itu si petugas, Frau Warscheid namanya, lagi cuti liburan dan dialihkan gw ke kamar nomer satu, Frau Morschet. Gw ketuk pintunya dan gak lama kemudian gw dipersilahkan masuk lalu duduk. Gw ditanya apa keperluan gw dan gw bilang bahwa gw mau memperpanjang izin tinggal gw. Berikut percakapannya kurang lebih:
Gw (G), Frau Morschet (FM)
G : Gw mau memperpanjang izin tinggal gw.
FM: Anda bawa dokumennya)
G: (langsung nyodorin passpor sama surat keterangan dari tempat les. Surat keterangan dari kampus sengaja ga gw kasih)
FM: (ngetik sesuatu di komputernya lalu beliau mencicit - kurang lebih begitu karena suaranya pelan dan kecil tapi tinggi persis seperti burung pipit) anda pindahan dari Trier Kreis ya jadi saya belum bisa proses dulu data anda karena saya harus tunggu dulu dokumennya dikirim dari sana, tapi saya bisa isi dulu formulirnya untuk anda. (Seketika gw lemes waktu FM nyebut kalimat "Trier Kreis" karena gw punya pengalaman buruk disana) Anda sekarang les ya di Uni Trier, lalu apa Anda punya asuransi kesehatan?
G: (Nyodorin surat keterangan dari asuransi sekaligus surat jaminan dari keluarga waktu gw Aupair dulu)
FM: Ok, makasih, tapi saya masih butuh bukti finansial anda dari mana datangnya.
G: Gw dapet jaminan dari keluarga jerman dan itu keterangannya ada di tangan anda.
FM: oh super, mereka transfer uangnya atau gimana?
G: Ga, mereka kasih gw langsung tiap bulan (ini bohong banget karena gw nyari duit itu sendiri, keluarga Aupair gw kasih jaminan sehingga gw ga ditagih duit 8000 EURO!!! Itu duit semua men, ga mix sama daun)
FM: Ok, ini formulir data diri tolong di isi ya dan datang lagi minggu depan hari jumat, mudah-mudahan dokumennya sudah datang.
G: (Ngeloyor pergi sambil bilang makasih)
Jumat, 19 September 2014
Gw langsung datang ke kamar 1 dan ternyata FM ga ada sodara-sodara. Di pintunya ditulis bahwa tamu yang datang bisa masuk ke kamar 10 atau 11 dan gw memutuskan untuk masuk ke kamar nomer 11. Ada bapak-bapak disitu yang gw lupa siapa namanya tapi kita sebut aja Herr Keine Ahnung (HKA).
G: Hallo, minggu kemaren jumat gw datang ke kamar 1 buat perpanjangan visa tapi beliau sekarang ga ada lagi liburan. Gw disuruh datang lagi kesini karena dokumen dari Trier Kreis belum datang, sekalian ngasih ini formulir.
HKA: Bentar saya cek dulu. Oh iya belum datang, jadi datang lagi aja minggu depan ya.
G: Hari jumat lagi? Tapi minggu depan visa nya tinggal seminggu lagi, gapapa tuh?
HKA: Gapapa kok yang penting diperpanjang sebelum tanggal 30 September dan minggu depan bebas kamu bisa datang kapan aja kamu mau.
G: Ok, makasih, bye.
Rabu, 24 September 2014
Gw putusin datang hari rabu dan karena HKA lagi ada tamu jadi gw putusin masuk ke kamar 10, Frau Jungling (FJ).
G: (ngulang cerita dari awal lalu nyerahin formulir dan ga lama FJ keluar ruangan lalu balik bawa map dokumen gw)
FJ: Jadi anda mau les lagi ya? Bisa saya liat KTP anda dan paspor? (lalu gw serahin dan FJ lanjut ngomong) Anda tau kan kalau visa Sprachstudent hanya 18 bulan?
G: (pucat pasi karena gw tinggal punya waktu 6 bulan lagi) Iya.
FJ: Ok, kalau gitu saya kasih anda satu tahun ya, karena di Aufenthaltstitel (KTP) anda ini baru 6 bulan. Sampai September 2015 anda punya waktu untuk lulus DSH tapi jangan tunggu sampai waktunya habis ya :)
Alhamdulilah, ternyata Allah SWT itu emang ga tidur, Dia selalu tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya :D Setelah 1 tahun dapat perlakuan aneh dari Ausländerbehörde (selalu dapat visa cuma 6 bulan dan ini mahal banget) akhirnya kebayar juga hehehe. Terimakasih Yaa Allah dan juga Frau Wiersch, karena dia itu yang iseng selalu ngasih gw visa yang cuma 6 bulan dan itu mahal, padahal temen-temen yang lain dikasihnya 1 tahun bahkan ada juga yang lebih .
Ga kebayang kalau gw cuma dikasih visa 6 bulan, es wird aber zu knapp, ya gawe, ya les, ya persiapan ujian, aaarrrggghhhh. Soalnya yang gw tahu, kesempatan untuk jadi Sprachstudent (termasuk les bahasa jerman, les persiapan Studkol dan juga Studkolnya sendiri) itu 2 tahun lamanya, boleh kurang tapi ga bisa lebih. Kalau dalam 2 tahun belum juga lulus DSH, Test Daf, Studkol atau bahkan belum dapet tempat Studkol sama sekali, itu pertanda bahwa kalian mungkin akan pulang habis. Waktu jaman 2 tahun aja banyak yang pulang habis, apalagi sekarang yang cuma 18 bulan, bener-bener harus pintar bagi waktunya, karena serius ya, disini itu asik, waktu kadang kerasa banget lamanya cuma seringnya ya ga kerasa tiba-tiba aja udah harus pulang habis T-T itu temen gw yang bilang karena unfortunately dia harus pulang habis.
Saturday, 8 November 2014
Studienkolleg, haruskah?
Banyak orang bilang kalau lulusan dari Indonesia harus ikut dulu yang namanya Studienkolleg selama dua semester kalau mau kuliah di Jerman, bener ga sih? Iya bener kok, cuma ga semua lulusan sekolah Indonesia harus ikut Studienkolleg. Hanya mereka yang belum pernah berkuliah minimal dua semester yang harus ikut Studienkolleg, mungkin karena sistem dan rentang waktu pendidikan antara Indonesia dan Jerman yang berbeda yang menjadi alasan diharuskannya untuk mengikuti Studkol. Di Jerman tingkat pendidikan setara SD sampai SMA diselesaikan dalam kurun waktu 13 tahun, sedangkan di Indonesia jenjang pendidikan tersebut hanya ditempuh selama 12 tahun. Mungkin untuk mengisi perbedaan satu tahun tersebut maka mereka yang belum pernah kuliah diharuskan untuk menggenapkan pendidikannya sesuai dengan di Jerman yaitu menjadi 13 tahun, sepertinya karena alasan inilah banyak yang bilang bahwa Studkol yaitu kelas penyetaraan. Untuk mengetahui apakah seseorang diharuskan mengikuti Studkol atau tidak, maka bisa di cek di Anabin.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum kalian mengikuti Studkol, yaitu:
Jika kalian lulus dalam ujian masuk, maka kalian sudah siap untuk mengikuti Studkol selama satu sampai dua semester atau mungkin tiga dan jalan kalian untuk kuliah di Jerman sudah mulai terbuka. Jangan leha-leha dan menganggap enteng kalau sudah Studkol maka 100% bisa kuliah di Jerman, belum tentu karena diakhir Studkol kalian harus mengikuti satu ujian lagi yang namanya Feststellungsprüfung. Viel Erfolg...
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum kalian mengikuti Studkol, yaitu:
- Buktikan bahwa nilai kelulusan kalian memang layak dan diakui untuk melanjutkan sekolah di Jerman. Umumnya jika kalian bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di negara asal kalian, maka teknisnya kalian juga bisa untuk melanjutkan studi di Jerman.
- Buktikan juga apakah kalian bisa langsung melanjutkan studi ataukah harus mengikuti Studkol dahulu. Caranya ya itu tadi dengan mengeceknya di Anabin.Apabila ternyata sekolah kalian tidak terdaftar dalam Anabin, jangan dulu berkecil hati, mungkin saja daftar tersebut ga update karena sekolah kalian baru saja mengikuti akreditasi, maka yang harus kalian lakukan yaitu menghubungi kontak ini, bisa melalui telpon ataupun email.
![]() | ||
| Daftar lulusan SMA di Indonesia berdasarkan tahun menurut Anabin. |
![]() |
| IPA (Naturwissenschaft) |
![]() |
| IPS (Sozialwissenschaft) |
![]() |
| Bahasa (Sprachwissenschaft) |
- Tanyakan pada instutut Studkol pilihan kalian, berkas-berkas apa saja yang kalian perlukan untuk mendaftarkan diri kalian untuk mengikuti Studkol. Ini penting karena kelengkapan dokumen yang diminta oleh setiap institusi biasanya berbeda. Jika dokumen yang kalian serahkan tidak lengkap, maka pendaftran tidak dapat diproses.
- Cek apakah kalian bisa mendaftar langsung melalui situs institut pilihan kalian ataukah harus melalui uni-assist.
- Ajukan permohonan visa dengan tujuan untuk persiapan studi di kedutaan Jerman yang ada di Indonesia. Persiapkan jauh-jauh hari karena kalian diharuskan membuat termin terlebih dahulu.
- Persiapkan diri kalian untuk mengikuti tes seleksi masuk Studkol. Materi yang diujiankan berbeda setiap institutnya. Di sebagian universitas ada yang menjadikan bahasa jerman dan matematika sebagai materi dalam ujian penerimaan, ada juga yang hanya menguji kemampuan bahasa jerman saja, biasanya dalam bentuk tes tertulis pilihan ganda atau mengisi teks yang kosong (Niveau B1 dan B2). Informasi tersebut bisa kalian dapat di situs Studkol.
- Mengikuti ujian masuk Studkol. Di beberapa negara ada juga yang menyediakan ujian Studkol dan Studkol itu sendiri tanpa harus datang ke Jerman. Di Indonesia juga ada dan bisa dilihat disini.
Jika kalian lulus dalam ujian masuk, maka kalian sudah siap untuk mengikuti Studkol selama satu sampai dua semester atau mungkin tiga dan jalan kalian untuk kuliah di Jerman sudah mulai terbuka. Jangan leha-leha dan menganggap enteng kalau sudah Studkol maka 100% bisa kuliah di Jerman, belum tentu karena diakhir Studkol kalian harus mengikuti satu ujian lagi yang namanya Feststellungsprüfung. Viel Erfolg...
Flixbus Erstattung bei Verspätungen - Bus telat, uang kembali
Buru-buru ngejar bus dan setelah sampai di halte bus, lega rasanya kalau tau bus belum datang. Cuma kalau tiba-tiba dapat SMS yang isinya bilang bahwa bus akan telat kurang lebih 180 menit, apa masih bisa tenang? Tiket udah dibeli, bus ga dateng, lah duit gw gimana? Mungkin kalau hal tersebut terjadi di Indonesia, pasti akan ada rasa waswas karena takut uang ga kembali, tapi disini ga ada yang kayak begitu. Kalau pihak bus sudah bilang akan diganti berarti ya diganti, kita cuma perlu isi formulirnya yang bisa di download disini.
Kita cuma perlu isi nama, alamat, nomer telpon dan email, informasi mengenai bus yang semula akan ditumpangi, serta nomor rekening dan kode banknya. Kalau formulir tersebut sudah di isi, maka dikirim via pos beserta dengan printou tiket dan juga kwitansi pembayaran ke alamat FlixBus khusus untuk service pelanggan:
Besoknya pihak FlixBus akan menghubungi lewat email bahwa uang akan diproses, biasanya sih prosesnya biasanya memakan waktu kurang lebih dua sampai tiga minggu. Jika dalam tempo waktu dua sampai tiga minggu uang belum masuk ke rekening, pihak yang bersangkutan akan menghubungi customer melalui email atau pos. Jika lebih dari dua minggu uang belum masuk, biasanya terjadi kesalahan pada dokumen yang dikirim, umumnya karena kwitansi yang dikirim bukan yang asli melainkan kopiannya. Kopian dari kwitansi pembayaran yang asli meskipun terdapat stempel dan tandatangan instansi, tidak berlaku dalam proses refund baik itu untuk tiket maupun kwitansi pembayaran dari dokter. Jadi sebelum dikirim sebaiknya di cek ulang apakah dokumen yang akan dikirim tersebut original atau kopiannya. Jika dokumen yang dikirim ulang sudah sampai, maka akan diproses kembali selama 1 sampai dua minggu. Uang akan dikembalikan melalui nomor rekening yang tercantum sejumlah harga tiket yang dibeli. So, tenang aja, uang yang diterima ga akan kena potongan biaya administrasi, apalagi uang rokok :D
Kita cuma perlu isi nama, alamat, nomer telpon dan email, informasi mengenai bus yang semula akan ditumpangi, serta nomor rekening dan kode banknya. Kalau formulir tersebut sudah di isi, maka dikirim via pos beserta dengan printou tiket dan juga kwitansi pembayaran ke alamat FlixBus khusus untuk service pelanggan:
FlixBus GmbH
Kundenservice
Sandstraße 3
80335 München
Besoknya pihak FlixBus akan menghubungi lewat email bahwa uang akan diproses, biasanya sih prosesnya biasanya memakan waktu kurang lebih dua sampai tiga minggu. Jika dalam tempo waktu dua sampai tiga minggu uang belum masuk ke rekening, pihak yang bersangkutan akan menghubungi customer melalui email atau pos. Jika lebih dari dua minggu uang belum masuk, biasanya terjadi kesalahan pada dokumen yang dikirim, umumnya karena kwitansi yang dikirim bukan yang asli melainkan kopiannya. Kopian dari kwitansi pembayaran yang asli meskipun terdapat stempel dan tandatangan instansi, tidak berlaku dalam proses refund baik itu untuk tiket maupun kwitansi pembayaran dari dokter. Jadi sebelum dikirim sebaiknya di cek ulang apakah dokumen yang akan dikirim tersebut original atau kopiannya. Jika dokumen yang dikirim ulang sudah sampai, maka akan diproses kembali selama 1 sampai dua minggu. Uang akan dikembalikan melalui nomor rekening yang tercantum sejumlah harga tiket yang dibeli. So, tenang aja, uang yang diterima ga akan kena potongan biaya administrasi, apalagi uang rokok :D
Bahn Streik - Demo, kereta susah dimana-mana
Derita anak kos yaitu menghemat uang sampai ke recehan dan sangat membuat emosi kalau buka lemari dan ga ada baju bersih karena semua belum dicuci karena niat mau irit duit. Sekali nyuci 2 €, dikali empat untuk nyuci baju putih, hitam dan warna serta pake mesin pengering karena malas harus jemur dan nyetrika, jadi total 8 €. Mending beli kebutuhan dapur seminggu kan daripada nyuci? Untuk mengakalinya maka tiap seminggu sekali gw pergi naek kereta ke provinsi tetangga, demi numpang nyuci dan makan makanan bergizi karena untuk pergi kesana gw ga perlu beli karcis kereta soalnya kartu mahasiswa gw bisa dipake untuk naek kereta sampai kesana. Apesnya buat gw, bulan ini perusahaan kereta jerman atau Deutsche Bahn udah demo sebanyak empat kali dalam sebulan, yang akibatnya kereta banyak yang ga beroperasi.
Tanda merah diatas itu yang ada segitiga dan tanda serunya merupakan ciri kalau kereta tersebut ga beroperasi. HHhhhhhh, jadwal tersebut adalah jadwal gw besok buat ambil titipan dan titip lagi titipan buat orang rumah dan dia yang berulang tahun, padahal gw udah seneng eh ga taunya pas liat jadwal ternyata keretanya ga beroperasi :'(.
Cuma ga usah takut ga bisa pergi karena demo, karena pasti ada informasi yang diberikan dari pihak DB seperti kereta mana yang tidak beroperasi dan diganti menggunakan kereta yang mana. Infonya juga selalu update dan bisa di cek kapan pun kita mau di situsnya.
Kalau beberapa tahun lalu mungkin jika ada demo akan berdampak besar ke masyarakat karena sistem transportasi saat itu benar-benar lumpuh, karena beberapa tahun kebelakang sistem transportasi dimonopoli oleh DB. Untungnya sekarang bermunculan armada transportasi lain yang bisa digunakan seperti contohnya meinfernbus, flixbus, deinbus, atau blablacar juga mitfahrgelegenheit dan harganya juga ga kalah bersaing bahkan banyak yang lebih murah.
Rajin-rajin update info ya teman kalau mau bepergian pas lagi banyak demo kayak gini. Safe drive...
![]() |
| Jadwal kereta yang tidak beroperasi karena demo |
Tanda merah diatas itu yang ada segitiga dan tanda serunya merupakan ciri kalau kereta tersebut ga beroperasi. HHhhhhhh, jadwal tersebut adalah jadwal gw besok buat ambil titipan dan titip lagi titipan buat orang rumah dan dia yang berulang tahun, padahal gw udah seneng eh ga taunya pas liat jadwal ternyata keretanya ga beroperasi :'(.
![]() |
| Informasi detail mengenai kereta yang tidak beroperasi |
Cuma ga usah takut ga bisa pergi karena demo, karena pasti ada informasi yang diberikan dari pihak DB seperti kereta mana yang tidak beroperasi dan diganti menggunakan kereta yang mana. Infonya juga selalu update dan bisa di cek kapan pun kita mau di situsnya.
![]() |
| Jadwal kereta pengganti |
Kalau beberapa tahun lalu mungkin jika ada demo akan berdampak besar ke masyarakat karena sistem transportasi saat itu benar-benar lumpuh, karena beberapa tahun kebelakang sistem transportasi dimonopoli oleh DB. Untungnya sekarang bermunculan armada transportasi lain yang bisa digunakan seperti contohnya meinfernbus, flixbus, deinbus, atau blablacar juga mitfahrgelegenheit dan harganya juga ga kalah bersaing bahkan banyak yang lebih murah.
Rajin-rajin update info ya teman kalau mau bepergian pas lagi banyak demo kayak gini. Safe drive...
DSH (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang)
Wow, ternyata gw punya blog dan ternyata masih hidup sampai saat ini - kirain bakal mati kayak rekening yang tiga bulan ga dikasih makan. Hampir dua tahun ternyata dari kali terakhir gw nulis blog ini, banyak susah yang diumpetin, banyak senang yang sayangnya ga bisa dipamerin, kegagalan yang malu-maluin, kesuksesan yang bikin gw jadi disebelin, tawa yang bikin gw dikira gila dan lain sebagainya.
Iseng-iseng mulai nulis lagi setelah kemaren-kemaren terlibat dengan yang namanya DSH (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang) yang emang bener-bener duuhhhh susah dan hese. Sesusah itukah? Iya. Iya susah kalau kalian ga belajar dan nulisnya lama kayak gw dan begonya ga tahu itu jam berapa, efek kebiasaan liat jam di HP jadi sekalinya HP dimatiin gagal deh ujiannya -_-".
Sebenernya kalian tahu ga sih apa itu DSH? Dari namanya mungkin bisa ditebak bahwa si DSH ini ujian bahasa Jerman untuk perguruan tinggi, gitu lah kira-kira terjemahan asalnya. Kalau ga ada si DSH ini, maka kalian ga bisa kuliah di Jerman. Doch, sebenernya bisa juga pake ujian bahasa lainnya cuma untuk kali ini kita stay aja di DSH based on judul. Ok lanjut..
DSH ini diselenggarakannya oleh beberapa Universitas dan Fachhochschule (sejenis sekolah tinggi keahlian) di Jerman yang biasanya diselenggarakan sekitar dua sampai lima kali dalam satu tahun. Level kesulitan bahasanya mulai dari B1 sampai dengan C1 dan yang paling banyak muncul yaitu 25% B2 dan sisanya C1. Materi yang diujiankan terdiri dari dua bagian yaitu ujian tulis dan ujian lisan, dimana ujian tulis memuat empat kompetensi yaitu Verstehen und Verarbeiten eines Hörtextes (Hörverstehen), Leseverstehen und wissenschaftssprachliche Stukturen, dan Vorgabenorientierte Textproduktion.
Kita punya waktu sekitar 80 - 90 menit untuk mengerjakan Verstehen und Verarbeiten eines Hörtextes (Hörverstehen). Teksnya panjangnya kebangetan dan cuma dikasih dengar dua kali aja, dua kali, coba bayangin. Setelah denger satu kali, lalu dibagikan itu lembar isian atau soal atau kalau udah duluan dibagikan berarti saat itulah teks boleh dibalik. Baca soal-soalnya dan bikin poin-poin penambah di kertas coret-coretan kalian supaya nanti disaat poin tersebut dibacakan, kalian bisa dengan mudah menulis isinya walau dikenyataan sebenernya tetep aja susah. Setelah teks dua kali dibaca, maka waktu untuk mengerjakan soal-soal tersebut dimulai, sekitar 50 menit. Jadi 10 menit untuk teks pertama, 10 menit berikutnya untuk teks kedua dan 50 menit untuk mengerjakan soal.
Kalau 90 menit pertama sudah selesai maka pengawas dengan buasnya akan mengambil lembar jawaban kalian, jangan berharap dikasih belas kasihan yang ada kertasnya sobek karena situ rebutan kertas sama pengawas. Masuk bagian ujian kedua yaitu Leseverstehen und wissenschaftssprachliche Stukturen, yang isinya teks yang sangat panjang dan harus di isi soalnya yang biasanya terdiri dari pilihan ganda dan uraian atau sialnya uraian semua. Uraian tersebut isinya jangan sama persis plek kayak yang ada di teks, harus di ubah-ubah gitu kalau ga kalian ga akan dapat nilai. Jumlah soalnya biasanya lima sampai sepuluh soal untuk teks dan begitu pula untuk wissenschaftssprachliche Stukturen, jadi totalnya 20 dan kalian punya waktu untuk mengerjakan soal tersebut selama 90 menit. Pengalaman yang udah kemaren, biasanya 60 menit untuk ngerjain teks dan sisanya untuk wissenschaftssprachliche Stukturen.
Kompetensi terakhir yang diujiankan yaitu Vorgabenorientierte Textproduktion, dimana kalian harus menulis teks dari diagram, grafik, tabel atau gambar yang ada. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan bagian ini yaitu 60 menit dan biasanya teks yang ditulis kurang lebih harus terdiri atas 200 kata. Caranya bisa tahu itu 200 apa belum? Dihitung!!! Poin soalnya sih biasanya cuma tiga, yaitu: nulis judul dan sumber dari berita tersebut, apa yang menarik perhatian kalian disitu dan bagaimana kondisi tema tersebut dinegara asal kalian serta apa pendapat kalian dan bagaimana solusinya.
Dari ujian sampai pengumuman kelulusan biasanya berjarak satu atau dua hari mungkin juga tiga. Kalau kalian lulus maka kalian akan diundang untuk mengikuti die mündliche Prüfung atau tes lisan yang untungnya cuma 15 atau 20 menit sodara-sodara. Temanya sama seperti dalam Vorgabenorientierte Textproduktion cuma bedanya ini ga ditulis dan ga harus terdiri atas 200 kata. Yang kalian hadapi bukan lagi kertas dan pena melainkan manusia hidup, iya betul manusia dan dia hidup, karena di ujian tertentu yang kalian hadapi itu komputer yang bersuara. Cuma ga semua orang harus ikut ujian lisan, ada beberapa aspek yang membebaskan seseorang dari ujian lisan, yang pertama dia ga lulus dan yang kedua mungkin nilainya sangat bagus atau bisa juga karena dia ikut kursus disana dan pengujinya sudah tahu kemampuan lisan orang tersebut. Hanya penguji yang tahu.
Terus kalau DSH udah beres, apa bisa langsung diterima di universitas? Belum tentu karena nilai DSH kalian harus sesuai dengan ketentuan yakni DSH 2. Ada empat nilai sebenernya di DSH:
1. Ga lulus
2. DSH 1: kalau jumlah akumulasi dari ujian tulis dan lisan ga lebih dari 57% (Niveau B2 des GERR1)
3. DSH 2: ini udah bisa masuk universitas dan nilai DSH 2 ini didapat jika nilai ujian tulis dan lisan sekitar 67% (Niveau C1 des GERR)
4. DSH 3: yang ini keren banget, karena nilai akumulasinya 82% (Niveau C2 des GERR)
Nah, mumpung masih ada waktu jadi belajar dari sekarang, latihan dengerin artikel sambil nulis poin pentingnya, baca koran lalu coba ambil kesimpulannya dan diskusi mengenai tema tersebut bisa lisan atau tulis, dan latihan gramatik karena gramatik yang keluar di DSH itu ga lebih dari 15 macem, kurang malah :D
Kalau mau cari info mengenai jadwal DSH bisa dibuka disini.
Na dann, viel Erfolg...
1GERR = Gemeinsamer europäischer Referenzrahmen.
Iseng-iseng mulai nulis lagi setelah kemaren-kemaren terlibat dengan yang namanya DSH (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang) yang emang bener-bener duuhhhh susah dan hese. Sesusah itukah? Iya. Iya susah kalau kalian ga belajar dan nulisnya lama kayak gw dan begonya ga tahu itu jam berapa, efek kebiasaan liat jam di HP jadi sekalinya HP dimatiin gagal deh ujiannya -_-".
Sebenernya kalian tahu ga sih apa itu DSH? Dari namanya mungkin bisa ditebak bahwa si DSH ini ujian bahasa Jerman untuk perguruan tinggi, gitu lah kira-kira terjemahan asalnya. Kalau ga ada si DSH ini, maka kalian ga bisa kuliah di Jerman. Doch, sebenernya bisa juga pake ujian bahasa lainnya cuma untuk kali ini kita stay aja di DSH based on judul. Ok lanjut..
DSH ini diselenggarakannya oleh beberapa Universitas dan Fachhochschule (sejenis sekolah tinggi keahlian) di Jerman yang biasanya diselenggarakan sekitar dua sampai lima kali dalam satu tahun. Level kesulitan bahasanya mulai dari B1 sampai dengan C1 dan yang paling banyak muncul yaitu 25% B2 dan sisanya C1. Materi yang diujiankan terdiri dari dua bagian yaitu ujian tulis dan ujian lisan, dimana ujian tulis memuat empat kompetensi yaitu Verstehen und Verarbeiten eines Hörtextes (Hörverstehen), Leseverstehen und wissenschaftssprachliche Stukturen, dan Vorgabenorientierte Textproduktion.
Kita punya waktu sekitar 80 - 90 menit untuk mengerjakan Verstehen und Verarbeiten eines Hörtextes (Hörverstehen). Teksnya panjangnya kebangetan dan cuma dikasih dengar dua kali aja, dua kali, coba bayangin. Setelah denger satu kali, lalu dibagikan itu lembar isian atau soal atau kalau udah duluan dibagikan berarti saat itulah teks boleh dibalik. Baca soal-soalnya dan bikin poin-poin penambah di kertas coret-coretan kalian supaya nanti disaat poin tersebut dibacakan, kalian bisa dengan mudah menulis isinya walau dikenyataan sebenernya tetep aja susah. Setelah teks dua kali dibaca, maka waktu untuk mengerjakan soal-soal tersebut dimulai, sekitar 50 menit. Jadi 10 menit untuk teks pertama, 10 menit berikutnya untuk teks kedua dan 50 menit untuk mengerjakan soal.
Kalau 90 menit pertama sudah selesai maka pengawas dengan buasnya akan mengambil lembar jawaban kalian, jangan berharap dikasih belas kasihan yang ada kertasnya sobek karena situ rebutan kertas sama pengawas. Masuk bagian ujian kedua yaitu Leseverstehen und wissenschaftssprachliche Stukturen, yang isinya teks yang sangat panjang dan harus di isi soalnya yang biasanya terdiri dari pilihan ganda dan uraian atau sialnya uraian semua. Uraian tersebut isinya jangan sama persis plek kayak yang ada di teks, harus di ubah-ubah gitu kalau ga kalian ga akan dapat nilai. Jumlah soalnya biasanya lima sampai sepuluh soal untuk teks dan begitu pula untuk wissenschaftssprachliche Stukturen, jadi totalnya 20 dan kalian punya waktu untuk mengerjakan soal tersebut selama 90 menit. Pengalaman yang udah kemaren, biasanya 60 menit untuk ngerjain teks dan sisanya untuk wissenschaftssprachliche Stukturen.
Kompetensi terakhir yang diujiankan yaitu Vorgabenorientierte Textproduktion, dimana kalian harus menulis teks dari diagram, grafik, tabel atau gambar yang ada. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan bagian ini yaitu 60 menit dan biasanya teks yang ditulis kurang lebih harus terdiri atas 200 kata. Caranya bisa tahu itu 200 apa belum? Dihitung!!! Poin soalnya sih biasanya cuma tiga, yaitu: nulis judul dan sumber dari berita tersebut, apa yang menarik perhatian kalian disitu dan bagaimana kondisi tema tersebut dinegara asal kalian serta apa pendapat kalian dan bagaimana solusinya.
Dari ujian sampai pengumuman kelulusan biasanya berjarak satu atau dua hari mungkin juga tiga. Kalau kalian lulus maka kalian akan diundang untuk mengikuti die mündliche Prüfung atau tes lisan yang untungnya cuma 15 atau 20 menit sodara-sodara. Temanya sama seperti dalam Vorgabenorientierte Textproduktion cuma bedanya ini ga ditulis dan ga harus terdiri atas 200 kata. Yang kalian hadapi bukan lagi kertas dan pena melainkan manusia hidup, iya betul manusia dan dia hidup, karena di ujian tertentu yang kalian hadapi itu komputer yang bersuara. Cuma ga semua orang harus ikut ujian lisan, ada beberapa aspek yang membebaskan seseorang dari ujian lisan, yang pertama dia ga lulus dan yang kedua mungkin nilainya sangat bagus atau bisa juga karena dia ikut kursus disana dan pengujinya sudah tahu kemampuan lisan orang tersebut. Hanya penguji yang tahu.
Terus kalau DSH udah beres, apa bisa langsung diterima di universitas? Belum tentu karena nilai DSH kalian harus sesuai dengan ketentuan yakni DSH 2. Ada empat nilai sebenernya di DSH:
1. Ga lulus
2. DSH 1: kalau jumlah akumulasi dari ujian tulis dan lisan ga lebih dari 57% (Niveau B2 des GERR1)
3. DSH 2: ini udah bisa masuk universitas dan nilai DSH 2 ini didapat jika nilai ujian tulis dan lisan sekitar 67% (Niveau C1 des GERR)
4. DSH 3: yang ini keren banget, karena nilai akumulasinya 82% (Niveau C2 des GERR)
Nah, mumpung masih ada waktu jadi belajar dari sekarang, latihan dengerin artikel sambil nulis poin pentingnya, baca koran lalu coba ambil kesimpulannya dan diskusi mengenai tema tersebut bisa lisan atau tulis, dan latihan gramatik karena gramatik yang keluar di DSH itu ga lebih dari 15 macem, kurang malah :D
Kalau mau cari info mengenai jadwal DSH bisa dibuka disini.
Na dann, viel Erfolg...
1GERR = Gemeinsamer europäischer Referenzrahmen.
Monday, 24 December 2012
Jerman: Makan pagi, siang dan malam
Dulu waktu masih di Indonesia, mau makan nasi kapan aja itu bisa, terserah mau makan jam berapa, tapi disini oh Gott, makan nasi pagi-pagi itu aneh banget :'(
Pernah satu waktu aku cuma berdua sama anak yang aku urus karena dia sakit, Enzundung katanya alias radang jadi kudu diem di rumah kan tuh bocah. Paginya aku tanya 'kamu mau makan apa? ini ada Corn Flakes, Oatmeal sama Müsli, atau kamu mau Pommes?' aku tawarin gitu karena itu anak suka banget sama yang namanya Pommes 'French Fries', tapi tau apa jawabannya? 'Hallooooo, kamu gila apa pagi-pagi udah makan Pommes?' hwaa aku pan kagak tau, aku bilang aja di Indonesia ga ada tuh aturan pagi makan apa, siang apa dan malem apa.
Minggu-minggu kemaren aku penasaran dan tanya ke babeh biasanya orang Jerman sarapan, makan siang sama malem itu makan apaan, dan dia jawab gini:
'Biasanya pagi-pagi itu makan makanan dingin kaya Cereal, Müsli, Oatmeal atau Brötchen sama Wurst atau Schinken*. Kalo siang biasanya salad atau kue-kue atau makanan anget juga bisa tapi ga begitu berat kaya nasi atau steak sih biasanya tapi sebagian orang ada yang makan makanan berat pas siang dan makan salad pas malem. Buat makan malem biasanya sih aku senengnya makan makanan anget kaya nasi, kentang, sup tapi ada juga ko yang malem makan roti sama Butter sama Wurst'.
Ach so, jadi kalo malem sih terserah makan apa tapi pagi-pagi itu pasti makan makanan yang dingin kaya roti. Oia, roti disini aneh, kita sebutnya BrÖtchen, keras rotinya terus makannya itu biasanya di belah pake pisau terus di oleh Butter yang banyak terus isinya boleh deh gimana kita maunya apa, tapi ga kaya di Indonesia yang makan roti plus susu, coklat dan selai sekaligus. Disini kalo mau pake Nutella ya cuma Nutella, kalo mau pake selai ya selai, kalo mau pake Wurst ya Wurst, ntar kalo isinya udah abis baru bisa ngambil lagi dan boleh beda. Oia, roti ini keras banget, buat orang Indonesia tidak disarankan makan ini tiap hari karena akan menimbulkan efek samping mengejan yang super dikala ingin menunaikan tugas suci. Neraka pokoknya rasanya :'(
Selain makan dan hidangan pencuci mulut, pasti ada minumannya juga dong. Disini orang Jerman kalo dia minum air putih, dia minumnya itu air mineral yang ada Sprudelnya, kaya Natrium Karbonat gitu. Kalo di Indonesia mungkin mirip soda kali ya tapi disini ada tiga pilihan air mineral: Sprudel, Medium (ga begitu banyak soda) dan Still (tanpa soda). Di beberapa daerah, bahkan air dari keran bisa diminum tapi sebenernya ga begitu bagus sih kalo diminum langsung dari keran soalnya air di Jerman ini kadar kapurnya tinggi, jadi ya bahaya kalo ga pake filter, bisa-bisa nanti kapurnya ngendap di tubuh :'(
Pernah satu waktu aku cuma berdua sama anak yang aku urus karena dia sakit, Enzundung katanya alias radang jadi kudu diem di rumah kan tuh bocah. Paginya aku tanya 'kamu mau makan apa? ini ada Corn Flakes, Oatmeal sama Müsli, atau kamu mau Pommes?' aku tawarin gitu karena itu anak suka banget sama yang namanya Pommes 'French Fries', tapi tau apa jawabannya? 'Hallooooo, kamu gila apa pagi-pagi udah makan Pommes?' hwaa aku pan kagak tau, aku bilang aja di Indonesia ga ada tuh aturan pagi makan apa, siang apa dan malem apa.
Minggu-minggu kemaren aku penasaran dan tanya ke babeh biasanya orang Jerman sarapan, makan siang sama malem itu makan apaan, dan dia jawab gini:
'Biasanya pagi-pagi itu makan makanan dingin kaya Cereal, Müsli, Oatmeal atau Brötchen sama Wurst atau Schinken*. Kalo siang biasanya salad atau kue-kue atau makanan anget juga bisa tapi ga begitu berat kaya nasi atau steak sih biasanya tapi sebagian orang ada yang makan makanan berat pas siang dan makan salad pas malem. Buat makan malem biasanya sih aku senengnya makan makanan anget kaya nasi, kentang, sup tapi ada juga ko yang malem makan roti sama Butter sama Wurst'.
Ach so, jadi kalo malem sih terserah makan apa tapi pagi-pagi itu pasti makan makanan yang dingin kaya roti. Oia, roti disini aneh, kita sebutnya BrÖtchen, keras rotinya terus makannya itu biasanya di belah pake pisau terus di oleh Butter yang banyak terus isinya boleh deh gimana kita maunya apa, tapi ga kaya di Indonesia yang makan roti plus susu, coklat dan selai sekaligus. Disini kalo mau pake Nutella ya cuma Nutella, kalo mau pake selai ya selai, kalo mau pake Wurst ya Wurst, ntar kalo isinya udah abis baru bisa ngambil lagi dan boleh beda. Oia, roti ini keras banget, buat orang Indonesia tidak disarankan makan ini tiap hari karena akan menimbulkan efek samping mengejan yang super dikala ingin menunaikan tugas suci. Neraka pokoknya rasanya :'(
Sarapan ala Jerman dengan Butter, aneka Keju, Salami, Schinken, Telur Rebus daannn Brötchen
Menu sarapan: pisang, berries, gula
Menu Makan Siang: Pommes mit Ketchup (bisa diganti Mayo)
Menu Makan Malam: Pizza (satu pan buat sendiri :D)
Menu Makan Malam: Bebek Panggang mit Rotkohl
Menu Makan Malam: Kartoffelnknödeln
Menu Makan Malam: Nasi, Champignon, Chicken Fillet
Menu Makan Malam: Pasta Time ^^
Menu Makan Malam: Salatteller, Keju, Turkey Fillet
Kadang orang Jerman suka udah laper pas sore-sore tapi belum waktunya buat makan malem. Biasanya kalo gitu, mereka suka makan Torte (kue tart) sama teh atau kopi. Ah ya, dan yang namanya hidangan pencuci mulut atau Nachtisch di Jerman itu penting. Waktu aku bilang di Indonesia ga ada Nachtisch, mereka bilang 'Oh tidaaakkkkk, itu mengerikan' hahhaa
Nachtisch :)
Selain makan dan hidangan pencuci mulut, pasti ada minumannya juga dong. Disini orang Jerman kalo dia minum air putih, dia minumnya itu air mineral yang ada Sprudelnya, kaya Natrium Karbonat gitu. Kalo di Indonesia mungkin mirip soda kali ya tapi disini ada tiga pilihan air mineral: Sprudel, Medium (ga begitu banyak soda) dan Still (tanpa soda). Di beberapa daerah, bahkan air dari keran bisa diminum tapi sebenernya ga begitu bagus sih kalo diminum langsung dari keran soalnya air di Jerman ini kadar kapurnya tinggi, jadi ya bahaya kalo ga pake filter, bisa-bisa nanti kapurnya ngendap di tubuh :'(
Oia, selain minum Bir, orang Jerman ini seneng banget minum teh sama minum kopi. Satu hari mereka bisa minum kopi sampai enam cangkir :( Tapi mereka minum kopi bukan karena ngantuk atau apa, tapi karena mereka suka, hahaha
Oke deh, cukup segini aja dulu info makan nya, nanti topik selanjutnya itu etika dan kebiasaan kalo makan di restoran ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kerja Sambilan di Jerman (Part II): Kerja (Sebagian Gelap) di Sembilan Tempat yang Berbeda
Bulan-bulan pertama setelah aku keluar dari rumah Gastfamilie merupakan bulan-bulan yang sulit banget buat aku. Gak hanya dari segi keuanga...
-
Dulu waktu masih di Indonesia, mau makan nasi kapan aja itu bisa, terserah mau makan jam berapa, tapi disini oh Gott, makan nasi pagi-pagi i...
-
Minggu lalu aku dapet e-mail masuk dari salah seorang yang ga sengaja mampir ke blog ini, Hana namanya. Katanya saat ini dia sedang kuliah S...
-
Bulan-bulan pertama setelah aku keluar dari rumah Gastfamilie merupakan bulan-bulan yang sulit banget buat aku. Gak hanya dari segi keuanga...



















